| Sutarmidji asyik mengobrol dan membaur dengan masyarakat di Alun-Alun Kapuas |
KOMUNIKASI
INTERPERSONAL YANG DILAKUKAN OLEH SUTARMIDJI DISELA-SELA PEMECAHAN REKOR MURI
1.200 TOILET KAPOLDA
Komunikasi
Interpersonal adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan
secara langsung atau tatap muka.
Contohnya, dialog, lobi, konferensi. Hal ini lah yang dilakukan oleh Sutarmidji
disela-sela pemecahan rekor muri membuat 1. 200 Toilet oleh jajaran Kapolda
Kota Pontianak pada tanggal 22 Juni 2013 lalu. Saat itu Sutarmidji diundang untuk
menyampaikan sambutan sebagai Walikota Pontianak, disela-sela menunggu bapak
Kapolda datang di acara tersebut, Sutarmidji menyempatkan diri membaur dengan
masyarakat yang juga turut diundang dalam acara tersebut sebagai perwakilan
dari setiap lurah atau desa yang ada di seluruh Kota Pontianak.
Tanpa sungkan
Sutarmidji membaur dan mengobrol silih berganti dengan masyarakat, secara
langsung Sutarmidji menyampaikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh
masyarakat Kota Pontianak. Tetapi hal ini sepenuhnya bukan kampanye, karena
Sutarmidji merupakan masih menjabat sebagai Walikota Pontianak, yang
bagaimanapun tetap harus mendengar keluhan warganya apabila dia mau duduk lagi
dimasa jabatan yang akan datang.disela-sela sambutannya Sutarmidji menyampaikan
bahwa ditahun 2014 akan dilakukan bantuan pembangunan 2000 toilet di rumah
warga yang membutuhkan, alasannya mengapa ini perlu dilakukan, adalah untuk
menekan angka pencemaran sungai di Kota Pontianak.
Efek yang didapat Sutarmidji adalah
Efek Konatif :
Efek
Konatif adalah Berkaitan dengan perubahan perilaku dalam melaksanakan pesan
komunikasi politik yang diterimanya dari komunikator politik. Perwujudan efek
komunikasi politik yang timbul adalah
dapat berupa “partisipasi politik“ nyata untuk memberikan suara dalam pemilihan
umum dan pemilihan kepala daerah/kepala negara dan atau bersedia melaksanakan
kebijakan serta keputusan politik yang dikomunikasikan oleh komunikator
politik.
No comments:
Post a Comment