Oleh Prof. Judistira K. Garna, Ph. D
Universitas Padjadjaran
Resumue Oleh :
Ahirul Habib Padilah
KATA FILSAFAT
Falsafah atau filsafat, merupakan bahasa serapan dari Bahasa Arab, yang diambil dari bahasa Yunani Philosophia (Philia = persahabatn/Cinta) dan (Sophia = Kebijaksanaan). Arti Harfiahnya, "Pencinta Kebijaksanaan" atau "Ilmu". kata Filosofi berasal dari bahasa Belanda, dalam bahasa Indonesia orang yang mendalami Falsafah disebut "Filsuf".
Filsafat Barat muncul di Yuunani pada abad ke 7 S.M. Filsafat muncul ketika orang mulai berpikir dan berdiskusi akan keadaan alam, dunia, dan lingkungan serta tidak menggantungkan diri kepada Agama dalam mencari jawaban atas kebenaran itu. berbagai pertanyaan mengapa Filsafat Justru muncul di Yunani bukan di daerah beradab lainnya seperti Babilonia, Yudea (Israel) ataupun Mesir, Jawabannya adalah karena di Yunani tidk ada Kasta Pendeta, karena itu secara intelektual orang lebih bebas berpikir.
Orang Yunani pertama yang diberi gelar Filsuf ialah Thales dari Mileta, Filsuf Yunani yang terbesar dan Fenomenal adalah Sokrates, Plato dan Ariestoteles. Sokrates merupakan Guru Plato dan Plato merupakan Guru dari Ariestoteles.
BERFILSAFAT :
1. Melakukan koreksi diri, dan keberanian berterus terang tentang seberapa jauh kebenaran yang dicari terjangkau.
2. berterus terang kepada diri
3. Bendah hati dalam melakukan evaluasi segenap pengetahuan yang diketahui.
KARAKTERISTIK FILSAFAT :
1. Menyeluruh
Seseorang itu tidak puas lagi mengenal ilmu hanya dan sisi pandang ilmu tersebut, ingin melihat ilmu dan konstelasi engetahuan lainnya. Kaitan ilmu dengan moral, dan Agama. Ingin yakin apakah ilmu itu membawa kebahagian bagi diri.
2. Mendasar
Berpikir filsafat itu membongkar tempat berpijak secara fundamental, tidak lagi percaya demikian saja bahwa ilmu itu benar.
3. Spekulatif
BIDANG TELAAH FILSAFAT :
Filsafat menelaah segala masalah yang mungkin dapat dipikirkan manusia. Manusia, alam, moral, pengetahuan, dan lain-lain.
3 Tahap Telaah Filsafat :
1. Tahap Pertama (Mula)
mempersoalkan siapakah manusia itu ?
tiap filsuf terutama filsuf ilmu sosial mempunyai asumsi tertentu tentang manusia (pelaku utama dalam kajian kelimuannya).
2. Tahap kedua
pertanyaan tentang hidup dan keberadaan manusia
apakah sebenarnya hidup ini?
apakah hidup ini sekedar menggunakan peluang?
apakah nasib manusia itu bagaikan sibernetik dengan umpan balik probabilistik?
apakah kehidupan itu tanpa arah dan tanpa bentuk?
pertanyaan atau azas dalam membuat manusia menjadi super (genetik), bayi tabung, rekayasa sosial misalnya.
3. tahap ketiga
menghasilkan suatu susunan pernyataan filsafati, tetapi menyatakan suatu pernyataan sejelas mungkin.
BERSAMBUNG....
No comments:
Post a Comment